Social Engineering

Di jaman teknologi saat ini, sangat marak terjadi perentasan
atau pembajakan akun-akun yang sangat penting buat kita. Seperti contoh
perentasan akun social media, system pada handphone kita, atau yang sangat
parah perentasan pada alat pembayaran seperti kartu kredit, internet banking,
yang pastinya bakal sangat merugikan. Kita mengenalnya dengan istilah Social
Engineering.

Saya menulis artikel ini karena tergerak dengan kejadian
yang menimpa seorang teman akibat aksi para perentas itu dan sebenarnya secara
tidak sadar, kita juga tanpa sadar membantu para perentas itu untuk bisa masuk
ke area privasi kita ini.  Berikut
penjelasannya :

Apa sih Social
Engineering itu ?

Social engineering adalah kegiatan untuk mendapatkan
informasi rahasia/penting dengan cara menipu pemilik informasi tersebut
(menurut Wikipedia). Social
engineering umumnya dilakukan melalui telepon dan Internet, oleh perentas,
untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu
langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.
Nah, kira-kira seperti itulah cara para perentas untuk bisa membajak akun
korban nya. Jadi, kita harus berhati-hati dalam memberikan informasi penting
pada orang lain dan lebih baik JANGAN dilakukan, karena itu bisa merugikan anda
sendiri.

Lalu, apa hanya
berlaku di dunia maya saja ?

Tidak, social engineering juga bisa berlaku di dunia nyata. Teman
saya terkena di Dunia Nyata. Ceritanya berawal ketika di sebuah gerai ATM di
tempat umum,  dia di datangi seorang
bapak-bapak yang tampak kebingungan. Sebagai orang Indonesia yang diajarkan
untuk tolong menolong, teman saya ini mulai bertanya. Singkat cerita, si bapak
ini mau transfer uang, tetapi  ber alas
an lupa membawa kartu ATM. Akhirnya teman saya berniat untuk membantu
mentransferkan uang miliknya ke no rekening tujuan bapak tersebut. Setelah
mentransfer uang tersebut, digantilah uang teman saya itu dengan uang cash yang
bapak tadi bawa. Dan setelah bapak itu pergi, teman saya menggunakan fasilitas
setor tunai pada ATM tersebut, dan ternyata dia diberikan uang palsu oleh bapak
tersebut.  Jadi, teman saya kehilangan uang
nya karena berniat akan menolong, tetapi berakhir dengan tertipu.

Nah, dari pengalaman teman saya itu, saya belajar, ternyata penipuan
bisa juga lewat apa saja dan oleh siapa saja. Seperti contoh bapak-bapak itu
yang mungkin kita lihat secara kasat mata terkesan baik-baik saja. Tetapi
inilah salah satu KELEMAHAN yang dijadikan target oleh para pelaku. Sisi
kemanusiaan kita yang ingin menolong,  yang
dijadikan jalan bagi mereka untuk menipu.

Jadi,
bagaimanakah cara untuk menghindari hal itu ?

Jika dalam dunia maya, pastikan anda untuk tidak secara mudah
memberikan akses email  atau applikasi
yang baru anda download. Karena dengan memberikan tersebut sama saja dengan
membukakan jalan bagi perentas untuk leluasa mencuri data anda.

Dan pada dunia nyata, Apabila ada respon negatif dari orang
lain atas keengganan kita membantu, seperti misalnya ungkapan “Bapak tidak percaya saya ?” Anda selalu
bisa dengan sopan menolak dan sampaikan saja, bahwa saya sudah pernah tertimpa,
jadi sekarang lebih hati-hati, dst.

Salam Komunikasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *