Personal Branding bagian 2

Kebiasaan dan Tingkah Laku

Selain memahami
kekuatan, kelemahan dan nilai anda,
poin penting yang lain adalah kebiasaan dan tingkah laku.

Kebiasaan dan
tingkah laku akan mendukung dan memperkuat semua aspek yang akan merefleksikan seperti apakah diri Anda.

Tingkah laku dan kebiasaan
yang baik atau positif tentunya akan merefleksikan
hasil yang positif. Pun juga
berlaku sebaliknya. Jika tabiat dan kebiasaan yang Anda lakukan menunjukkan
sesuatu yang negatif atau buruk, maka refleksinya
juga akan negatif. Hasil ini yang nantinya akan dilihat, diperhatikan dan
dinilai oleh masyarakat secara umum.

Di dalam personal branding juga ada komponen
pendukung, seperti :

  • Keaslian
    Karakter

Artinya
tidak dibuat-buat. Otentik dan murni sebagai identitas asli yang anda miliki.

  • Keunikan

Semakin
Anda memiliki keunikan, maka semakin Anda dikenal karena keunikan tersebut.
Bisa jadi keunikan yang ada pada diri Anda memang benar-benar tidak dimiliki
oleh orang lain. Misalnya, Dani si pintar,
Ayu si cantik, dan lain sebagainya.

  • Penampilan
    atau style

Pepatah
Jawa menyebutkan, “Ajining raga
gumantung ana busana
“. Artinya penampilan Anda akan menghasilkan
penilaian orang lain terhadap diri Anda. Apakah Anda rapi, bersih, kusut, selengekan atau nyentrik? Penampilan atau style
ini yang akan menunjukan dan mempresentasikan siapa diri Anda.

Tipe Personal Branding

Personal branding
dibagi menjadi dua unsur pokok. Yaitu personal
branding
secara alami dan personal
branding
secara buatan.

  1. Personal
    branding alami

Personal branding
alami adalah seseorang yang secara alamiah telah melakukan personal branding di luar kesadarannya. Muncul begitu saja tanpa
dibuat-buat.

Jika Anda
memiliki teman atau saudara yang tampan,
gagah, maka ini merupakan
contoh personal branding alami.
Mereka dengan ciri unik seperti ini yang justru akan dengan mudah dikenal oleh
orang lain.

  • Personal branding buatan atau by design

Adalah
seseorang yang dengan sengaja membuat dan menciptakan personal branding dirinya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
beberapa artikel maupun video, banyak dikisahkan cerita mengenai seseorang yang
dengan sengaja merubah penampilan maupun tingkah lakunya hanya untuk bisa
dikenal dengan “image” tertentu agar
tujuan utamanya tercapai. Seseorang ini biasanya membuat planning khusus untuk menjalankan strateginya. Tidak jarang metode
ini dipakai oleh para public figure
untuk menghasilkan personal brandingnya.
Syahrini dengan jambul khatulistiwa, maju mundur cantik, dan sebagainya.

Dalam
dunia musik dangdut kita mengenal sosok Saskia Gotic dengan goyang itik yang sudah melekat sebagai cerminan atas
dirinya. Atau Inul daratista dengan goyang ngebor
yang unik. Tentunya masih banyak lagi contoh personal branding yang sengaja diciptakan atau dibangun
oleh seseorang untuk mencapai tujuannya.

Mengapa kita
membutuhkannya?

Sama
seperti barang bermerk, orang juga
memiliki atribut merk. Personal brand adalah nilai unik dari
diri Anda, yang membedakan Anda dengan orang lain. Personal branding mengacu pada proses di mana proposisi nilai ini
dikomunikasikan kepada target masyarakat yang Anda pilih, baik menggunakan
berbagai platform maupun tidak,
secara jelas, konsisten dan terus-menerus untuk mencapai tujuan tertentu. Personal brand yang sukses harus
otentik, tidak dimiliki oleh orang lain, tidak pernah dibuat, melainkan digali,
dipoles dan diletakkan di tempat yang tepat, lebih seperti berlian kasar.

Jika
Anda ingin dikenal karena sesuatu dan mengembangkan bidang keahlian Anda,membangun
reputasi karir Anda, atau bahkan hanya ingin dikenal sebagai sosok dengan
keunikan tertentu? Maka Anda perlu membangun dan mengembangkan personal brand Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *