Personal Branding bagian 1

Acapkali kita
dengar istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ini sering dipakai
banyak public figure, baik politikus,
artis, aktor, komedian dan lain-lain. Msyarakat lebih mengenal personal
branding dengan “image“.
Tentu kita sudah tidak asing dengan ssosok Ahok dengan gaya bahasa yang frontal
dan ceplas ceplos. Jokowi  dengan figure
sederhana, merakyat dan murah senyum. Bu Susi dengan gaya selengekan disertai
jargon “Tenggelamkan!”. Bu Risma dengan sosok keibuan dan berwibawa.
Mereka  adalah public figure dalam dunia politik dan pemerintahan yang memiliki
image” khusus. Image khusus inilah yang akhirnya
melekat dan dikenal oleh masyarakat luas sebagai citra diri.

Apakah personal branding hanya untuk public figure ?

Tentu tidak.
Semua orang menggunakan personal branding
untuk membangun image khusus agar
dikenal oleh masyarakat secara umum. Terlebih dikenal secara khusus untuk
lingkungan dan komunitasnya. Ketika berada di lingkungan sekolah, tentu
ada  siswa yang dikenal dengan
kenakalannya. Ada pula mereka yang populer karena kepintaran dan kecerdasan
akademisnya. Ini juga merupakan bagian dari personal
branding
. Personal branding
atau image khusus ini tidak hanya
melekat pada sesorang secara fisik, tetapi juga dari segi nilai.

Lalu apa arti personal
branding
sebenarnya?

Personal branding
merupakan proses mempromosikan diri, perilaku, karakter dan karier melalui
suatu image khusus yang dibangun
sejak awal untuk masyarakat luas. Image
khusus inilah yang nantinya ditunjukkan melalui berbagai cara. Baik menggunakan
sosial media, website, web profile, blog dan lain sebagainya.
Sangat identik dengan branding untuk produk barang maupun jasa. Tujuan akhirnya
adalah untuk dikenal masyarakat.

Seberapa pentingkah personal brading
?

Sangat penting.
Baik dilakukan untuk membangun karier sebagai public figure maupun kepribadian personal. Manfaat yang diperoleh
dari personal branding sangat banyak dan bermacam-macam.

Bagaimana membangun personal branding?

Analisa
Potensi Kekuatan Anda

Poin
ini merupakan faktor penting dalam proses untuk membangun personal branding. Bukan hanya ide yang berpusat pada persepsi diri
sendiri, tetapi juga lingkungan masyarakat dan orang-orang yang mengenal Anda
dengan baik. Di sinilah Anda bisa memahami dan menggambarkan nilai jual yang
unik dan menarik dari diri Anda.

Setelah
mengetahui potensi kekuatan Anda, maka gunakan kekuatan ini sebagai bagian dari
rencana dan metode strategis dalam kegiatan sehari-hari. Biarkan masyarakat dan
orang lain mengetahuinya secara bertahap.

Pahami Kelemahan Anda

Semua
orang memiliki kelemahan dan kekurangan. Karena tidak ada manusia seorangpun di
dunia ini yang sempurna. Tetapi tidak banyak yang bisa, mau dan mampu untuk
mengakuinya. Pun juga tidak banyak yang bisa merubah kelemahan dan kekurangan
ini menjadi kekuatan yang bisa memberikan manfaat untuk Anda. Jangan buang
waktu Anda hanya untuk merenungi dan menyesali kelemahan yang nantinya hanya
menjadi batu sandungan untuk karier yang Anda bangun. Tetapkan batasan apa yang
bisa Anda ubah menjadi kekuatan untuk memulai karier Anda. Pelajari
keterampilan yang akan membantu Anda maju.

Nilai

Kenali dan pahami siapa Anda dan apa yang Anda
perjuangkan. Dengan memiliki nilai-nilai yang kuat, maka akan mempermudah Anda dalam
membangun dan mengarahkan pikiran Anda sehingga dapat bersinergi dengan hasrat
dan esensi diri Anda. Dengan kata lain, sebelum Anda melibatkan diri dalam hal
apa pun, tanyakan pada diri Anda sendiri, “Apakah hal ini sejalan dengan
nilai-nilai saya dan apa yang saya perjuangkan?”. Karena pada dasarnya
nilai-nilai adalah seperangkat prinsip yang Anda jalani. Mereka menentukan kode
yang menentukan kepribadian, sikap, tindakan, reaksi, dan sebagainya.

Bersambung …

1 thought on “Personal Branding bagian 1

  1. Pingback: Tips membangun Personal Branding di Instagram – Santi Djiwandono Inc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *