Perusahaan Harus Berubah !

Pandemi mengakselerasi perusahaan beradaptasi dengan perubahan. Work from home terpaksa harus diberlakukan sekarang, meskipun sebenarnya perusahaan belum sepenuhnya siap. Demikian juga sekolah secara online, mempengaruhi proses belajar-mengajar, merubah kondisi rumah tangga, mewajibkan keterlibatan orang tua yang lebih intensif dan memaksa pemerintah memikirkan masa depan pendidikan secara keseluruhan. Semuanya tiba-tiba harus dilakukan “sekarang juga” dan kita perlu segera menyesuaikan diri, dalam waktu relatif cepat.

Karena perubahan sedemikian besar, perusahaan mulai juga perlu memikirkan penyesuaian budayanya (baca : reset) , khususnya budaya berkomunikasi. Dengan karyawan yang sebagian masih harus bekerja di rumah, dibayangi kekhawatiran adanya virus yang masih terus aktif bergerak, ditambah dengan informasi yang belum tentu kebenarannya membombardir mereka sehari-hari, membuat karyawan harus bisa mengelola kinerja mereka sembari menghadapi tambahan tekanan, dengan baik. Sebagai aset utama, ketenangan dan kenyamanan mereka untuk tetap bisa “perform” di kondisi yang berubah, merupakan hal utama.

credit to rawpixel.com

Di kolom Harian Kompas tanggal 22 Juni 2020  “CEO Juga Manusia”  yang ditulis Andreas Maryoto, dikatakan bahwa karyawan perlu mendapat penjelasan soal berbagai hal baru dalam bekerja. Mereka juga harus memahami posisi baru di tengah pandemi. Obrolan yang kerap dilakukan terkait langkah perusahaan dan protokol kesehatan juga mengurangi kecemasan.

Perusahaan dengan budaya komunikasi internal yang sudah established, relatif mudah melakukan berbagai komunikasi semacam ini. Para pimpinan perusahaan mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, sudah memiliki budaya berdialog atau mengadakan sesi “curhat” yang melahirkan kondisi dimana karyawan bisa kapan saja memiliki akses kepada mereka untuk mendapatkan kejelasan dan arahan. Tentu saja kecakapan para pimpinan ini untuk mendengarkan, mengutarakan pesan sesuai konteks dan latar belakang pendengar, serta narasi yang peka terhadap situasi sekarang, akan banyak membantu perusahaan memastikan karyawannya selalu well informed di tengah pandemi semacam ini. 

Generasi milenial yang menurut para ahli lebih suka dilibatkan, akan menemukan perusahaan dengan budaya komunikatif, sebagai perusahaan dimana mereka merasa lebih diterima dan aman, sehingga mereka akan lebih nyaman pula memberikan kontribusinya.

Perusahaan yang lebih luwes membangun engagement dengan karyawannya akan relatif lebih cepat beradaptasi dan terus menjaga kinerjanya.

Saatnya berubah! Sekarang!

Sumber artikel : https://www.linkedin.com/pulse/perusahaan-harus-berubah-santi-djiwandono-cpc/?trackingId=dyQKc00FSZOWSkgErKQJxg%3D%3D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *