Dampak Buruk Krisis Komunikasi Atasan dan Bawahan

Komunikasi Perusahaan atau Komunikasi Korporat (Corporate Communication) adalah salah satu jenis komunikasi terkait dengan lembaga (instansi/perusahaan), baik komunikasi kedalam (internal) maupun keluar (eksternal) organisasi.

Komunikasi internal merupakan aspek paling penting dalam sebuah kerja sama tim, apalagi dalam suatu perusahaan. Komunikasi internal menjadi kunci berjalannya perusahaan untuk menghasilkan produk yang baik. Komunikasi internal harus efektif, artinya kedua belah pihak yang berkomunikasi harus mempunyai makna yang sama tentang informasi yang disampaikan. Sehingga proses pertukaran informasi menghasilkan input yang jelas.

Salah satu bentuk komunikasi internal perusahaan adalah komunikasi antara atasan dan bawahan. 

Komunikasi atasan dan bawahan dalam sebuah perusahaan memiliki pengertian yaitu informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah.

Seorang pimpinan perusahaan harus bisa berkomunikasi secara efektif dengan para kepala pos (departemen) dalam perusahaanya, misalnya dalam menginformasikan hal-hal yang berkenaan dengan pengarahan, tujuan, disiplin, perintah, pertanyaan dan kebijakan umum perusahaan. Dari kepala Departemen inilah yang nantinya akan menyampaikan informasi dari pimpinan kepada karyawan dibawahnya.

 Para kepala departemen juga harus bisa saling berkomunikasi dengan baik satu sama lain untuk membetuk koordinasi yang baik. Dengan koordinasi yang baik, perusahaan akan bisa meningkatkan produktifitasnya. 

Bagaimana jika komunikasi internal antara kepala departemen  tidak ada?

Hal ini akan memunculkan kesenjangan komunikasi  antar departemen, yang akan berdampak antara lain:

1.Kebingungan antar karyawan 

Tidak adanya komunikasi antar departemen akan menimbulan perbedaan persepsi atas informasi yang disampaikan pimpinan, dan hal ini akan membingungkan karyawan ditingkat bawah.

2.Kecurigaan antar departemen

Masing-masing departemen akan mengutamakan kepentingan departemennya sendiri, dan  mencurigai kinerja departemen lain.

3.Kesalahpahaman antar departemen

Ada kalanya pimpinan menyampaikan hal yang berbeda kepada tiap departemen. Hal ini bila tidak dikomunikasikan dengan baik bisa menimbulkan kesalahpahaman antar departemen.

4.Suasana kantor yang tegang dan memanas

Hal-hal tersebut diatas akan menimbulkan ketegangan yang kemungkinan juga membuat saling sikut antar karyawan. Hal ini membuat suasana kantor panas dan karyawan merasa tidak nyaman.

5.Kehilangan karyawan bagus

Suasana kantor yang tidak nyaman bisa menyebabkan banyak karyawan dengan kinerja bagus memilih untuk resign. Hal ini akan menggangu kinerja perusahaan secara umum.

Hal-hal tersebut tentu akan sangat merugikan, dan bisa mengancam keberlangsungkan perusahaan. Agar hal-hal tersebut tidak terjadi, maka diperlukan solusi antara lain:

1.Perbaikan komunikasi internal

Dalam hal ini komunikasi dari pimpinan, kepala departemen, dan karyawan harus diperbaiki agar tiap pihak memperoleh makna yang sama atas suatu pesan yang disampaikan. 

2.Perlibatan kepala departemen dalam perencanaan dari perusahaan

Ketika ada planning baru dari perusahaan, tiap kepala departemen / koordinator harus disertakan, sehingga bisa memunculkan persepsi  dan visi yang sama atas rencana tersebut.

3.Pos pengaduan karyawan

Tiap departemen sebaiknya membuat suatu pos pengaduan untuk karyawan dibawahnya. Sebisa mungkin masalah yang timbul bisa diselesaikan di departemen masing-masing tanpa harus melibatkan pimpinan. Hal ini akan meminimalisir kemungkinan konflik antar karyawan

4.Kegiatan bersama antar karyawan

Family gathering, makan bersama, dan berbagai kegiatan yang melibatkan semua karyawan sangat baik untuk membuat karyawan saling kenal. Hal ini akan membuat suasana antar karyawan lebih akrab, yang akan membuat suasana kantor lebih nyaman .

Dengan komunikasi internal yang baik dan efektif, maka akan meminimalisir konfik dan meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini akan meningkatkan produktifitas perusahan dan membawa perusahaan untuk merealisasikan tujuan dan targetnya.

Pustaka :

Pace, R. Wayne dan Faules, Don F. (2000). Komunikas Organisasi: Strategi meninggkatkan kinerja perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *