Garuda Di Dadaku

Maskapai garuda Indonesia baru saja kena musibah. Kejadian yang memalukan, menimpanya ketika ada penumpang yang memviralkan foto menu yang masih tertulis tangan, di dunia maya. Respon Garuda terkesan reaktif dan negatif, sehingga mengundang banyak kekecewaan. Menarik mengamati bagaimana sebuah perusahaan sebesar Garuda terkesan labil merespon masalah. Namun bisa dipahami ketika kita sadar bahwa tidak ada perusahaan yang kebal terhadap masalah. Dari sisi komunikasi internal, budaya komunikasi yang responsif, asertif dan elegan bisa sangat membantu perusahaan untuk lebih positif menanggapi setiap masalah. Apalagi jika budaya itu dibangun di semua lini, dan bukan hanya tugas juru bicara saja. Bagaimanapun, publik itu berkomunikasi dengan perusahaan sebagai keseluruhan “tubuh”. Perusahaan pun melakukan hal yang sama. Masuk akal bahwa integrasi antara internal dan external communications itu masuk ke dalam rencana strategis setiap perusahaan. Bukan hanya tentang merespon krisis namun sebagai “way of life” nya perusahaan secara keseluruhan. Komunikasi efektif di dadaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *