Pajak oh pajak….

 

“Ribuan Penyidik Kejar Wajib Pajak” demikian headline sebuah koran. Saya tertarik mengamati makna dibalik ini. Karena headline itu besar, menonjol dan menjadi perhatian maka seringkali isi beritanya tidak lagi menjadi ‘valid’ karena kesan yang ditumbulkan oleh headline itu sudah kadung terbentuk. Saya jadi merenung…..

  1. Wajib pajak setahu saya adalah mereka yang sudah tercatat sebagai warga yang membayar pajak, memiliki NPWP dan setiap periode pelaporan, wajib melapor dan menyetor pajaknya. Kenapa masih harus dikejar ya?
  2. Jika pendapat nomor satu benar, kenapa yang dikejar bukan mereka yang seharusnya membayar pajak, tapi tidak ? Menurut teman saya seorang ahli keuangan, istilahnya adalah Subyek pajak. Itu yang harusnya dikejar dan diimintakan kewajibannya melapor dan menyetor pajak, kira-kira begitu…
  3. Wajib pajak adalah mereka yang dengan niat baik melaporkan dan membayar pajaknya, yang nota bene sebenarnya sedang juga memulihkan kepercayaannya kepada lembaga pemungut pajak, setelah sekian lama merasa ‘dicurangi’ gara-gara banyak kasus korupsi di masa lalu. Jadi, baik juga sih jika komunikasi kantor pajak dibuat sedemikian rupa agar para wajib pajak ini merasa dihargai, dihormati atas niat baiknya itu, bukan dikejar. ‘Dikejar” adalah ungkapan yang konotasinya kurang nyaman, karena kalau dikejar kemungkinannya bisa lari, menghindar, pergi, benci lalu tidak lagi mau bayar pajak. Mau begitu?
  4. Lagi-lagi menurut teman saya si ahli keuangan, pajak itu baik adanya, karena artinya rakyat urunan membiayai negaranya sendiri, termasuk membayar gaji para pegawai pajak, jadi mbok ya – o dikondisikan agar semuanya berjalan positif. Hindari semua bentuk komunikasi yang ‘intimidating’ lalu tunjukkan niat baik semua pihak, dan mulai bangun kepercayaannya lagi.
  5. Jika kepercayaan sudah pulih, komunikasinya direncanakan, niscaya semua wajib pajak bakal patuh bayar pajak, dan petugas pajak tidak harus dipersepsikan serem lagi. Enak kan?

Eh, lalu media butuh headline baru yang ‘menjual’ dong….? Ah itu tulisan di kolom lain deh J

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *